Calon klien bertanya lewat WhatsApp, dijawab dari HP partner yang kebetulan pegang nomor itu, lalu proposal dikirim sebagai PDF dan tidak ada yang tahu sudah dibuka atau belum. Dua minggu kemudian ada yang bertanya "itu yang dari perusahaan X jadinya bagaimana", dan jawabannya ada di ingatan satu orang.
Semuanya sudah tersedia hari ini, di paket yang sama.
Pipeline dengan tahap yang Anda tentukan sendiri, misalnya Konsultasi awal, Proposal, Negosiasi, Kontrak. Tiap kartu menyimpan kebutuhan klien, nilai kontrak, tenggat, dan siapa yang mengejarnya.
Penawaran dibuat dari katalog jasa Anda lalu dikirim lewat email atau WhatsApp sebagai halaman yang bisa dibuka tanpa unduh. Statusnya terlihat: terkirim, dibuka, disetujui, ditolak.
Email masuk dan keluar tercatat di kartu deal yang sama, jadi thread proposal tidak tercecer di kotak masuk masing-masing partner.
Aktivitas dan tugas dengan tenggat, jadi follow-up minggu depan bukan lagi catatan di kepala. Yang jatuh tempo hari ini muncul di menu.
Segmen klien lama, misalnya semua yang kontraknya berakhir bulan depan atau semua klien PPh badan, lalu email blast atau broadcast ke segmen itu menjelang musim lapor atau perpanjangan.
Kalau firma Anda melayani klien lewat WhatsApp, satu inbox untuk seluruh tim: nomor kantor yang sama dibalas oleh partner atau staf mana pun, riwayatnya utuh, dan tiap percakapan bisa ditugaskan.
Di Pipeline, buat pipeline baru dengan tahap khas jasa Anda, dan pindahkan prospek yang sedang berjalan ke sana hari itu juga. Impor dari CSV kalau daftarnya sudah ada.
Isi Produk dengan paket jasa Anda, lalu buat penawaran pertama dari kartu deal dan kirim lewat email.
Sambungkan email kantor di Pengaturan supaya balasan proposal masuk ke kartu prospek yang sama, lalu undang partner dan staf.
Buat tag per jenis klien dan segmen untuk yang perlu disapa berkala, misalnya menjelang batas lapor tahunan.
Tanpa kartu kredit. Pemasangan awal kami temani gratis, termasuk menyambungkan nomor WhatsApp Business Anda.
Lead menguap di inbox padahal biaya iklannya sudah keluar.
Baca selengkapnya →Prospek hangat mendingin karena tidak ada yang mengingatkan.
Baca selengkapnya →Sales resign, pelanggannya ikut pindah bersama riwayat chatnya.
Baca selengkapnya →Tambah budget iklan atau tambah orang jadi tebak-tebakan.
Baca selengkapnya →Pelanggan menelepon menanyakan status, tim jualan jadi customer service.
Baca selengkapnya →Penjualan termurah ada di sini, dan biasanya paling terlupakan.
Baca selengkapnya →